Modul 4 Aplikasi
Modul 4 Aplikasi
MODUL 4
Smart Medicine Box Untuk Relawan Pasca Bencana Guna Memonitoring Suhu Obat Sensitif Berbasis STM32 dan LCD
1. Pendahuluan [Kembali]
2. Tujuan [Kembali]
Menjaga Stabilitas Suhu Penyimpanan Obat: Merancang sistem kendali otomatis yang mampu menyalakan kipas pendingin secara instan ketika sensor mendeteksi suhu di dalam kotak melebihi batas aman karakteristik penyimpanan obat.
Mencegah Kelalaian Penggunaan (Human Error): Mengimplementasikan sistem peringatan (alarm/buzzer) otomatis yang akan aktif jika tutup kotak obat tidak tertutup rapat, guna melindungi obat dari kontaminasi luar dan fluktuasi suhu.
Menerapkan Sensor dan Aktuator pada Sistem Tertanam: Memenuhi tugas proyek praktikum Mikrokontroler dan Mikroprosesor melalui pengintegrasian sensor suhu, sensor interlocking (tutup box), serta aktuator berupa kipas dan komponen peringatan.
Menyediakan Alat Peraga Edukasi untuk PMI: Menghasilkan prototipe alat yang aplikatif untuk mengedukasi relawan PMI tentang pemanfaatan teknologi sederhana dalam menjaga kualitas serta higienitas logistik medis pasca-bencana.
3. Alat dan Bahan [Kembali]
Sebagai sumber tegangan 7,4V dengan arus keluaran 2A
penurun tegangan baterai menjadi 5V
sebagai otak dari sistem yang dibuat. Menerima sinyal input dari sensor dan memberikan sinyal output ke aktuator
4. Dasar Teori [Kembali]
- Rentang pengukuran suhu: -40 hingga +80°C dengan akurasi ±0.5°C
- Rentang pengukuran kelembapan: 0% hingga 100% RH dengan akurasi ±2–5% RH
- Tegangan operasi: 3.3V hingga 6V
- Frekuensi sampling: Sekitar 0.5 Hz (pembaruan data setiap 2 detik)
- Interface: Digital single-wire (one-wire)
Dibandingkan dengan “saudara”-nya, DHT11, DHT22 menawarkan rentang pengukuran yang lebih luas dan akurasi yang lebih baik, meskipun dengan harga yang sedikit lebih mahal.
3. Infrared sensor
- IR Emitter (Pemancar): Berupa Light Emitting Diode (LED) khusus yang memancarkan cahaya pada spektrum inframerah.
- IR Receiver (Penerima): Berupa fotodioda (photodiode) atau fototransistor yang sensitif terhadap panjang gelombang inframerah untuk menangkap kembali sinar tersebut.
Dua Jenis Utama Sensor IR
1. Sensor IR Aktif (Active IR Sensor)
- Cara Kerja: LED memancarkan radiasi IR. Jika ada objek di depannya, radiasi tersebut akan memantul kembali. Fotodioda menangkap pantulan ini dan mengubah intensitas cahaya menjadi sinyal listrik.
- Contoh: Sensor pembaca garis (line follower) dan sensor jarak (proximity sensor).
2. Sensor IR Pasif (Passive IR Sensor / PIR)
- Cara Kerja: Setiap benda dengan suhu di atas nol mutlak memancarkan radiasi panas. Saat ada manusia atau hewan bergerak melintasi area tangkapan, sensor PIR mendeteksi perubahan mendadak fluks energi inframerah dan memicu output listrik.
- Contoh: Sensor pendeteksi gerakan pada lampu otomatis atau sistem alarm keamanan.
Prinsip Kerja dan Pengolahan Sinyal
- Logika LOW (0): Sinar memantul (ada hambatan/objek terdeteksi).
- Logika HIGH (1): Sinar lepas (tidak ada objek di depan sensor).
1. Struktur Dasar
- Tabung Kaca (Glass Envelope): Berfungsi sebagai pelindung utama yang disegel secara rapat (hermetis). Di dalamnya biasanya diisi gas lembam (inert gas) seperti nitrogen untuk mencegah korosi dan percikan api pada kontak.
- Bilah Kontak (Reeds): Dua buah lempengan logam pipih berbahan feromagnetik (material yang mudah dipengaruhi magnet, seperti campuran besi-nikel) yang diletakkan saling tumpang tindih tetapi diberi celah kecil.
2. Prinsip Kerja (Teori Magnetisme)
- Tanpa Medan Magnet: Dalam kondisi normal (tanpa magnet), kedua bilah logam berada pada posisi aslinya karena sifat elastisitas bahan. Sirkuit tetap terbuka atau tertutup sesuai tipenya.
- Saat Magnet Mendekat: Ketika magnet permanen atau kumparan elektromagnet didekatkan, medan magnet akan mengalir melalui bilah-bilah feromagnetik tersebut. Hal ini membuat ujung-ujung bilah memiliki kutub magnet yang berlawanan (Utara dan Selatan).
- Terjadinya Kontak: Perbedaan kutub tersebut menghasilkan gaya tarik-menarik (gaya Lorentz/magnetis). Jika gaya magnet ini lebih kuat daripada gaya mekanis elastisitas logam, kedua bilah akan menempel dan mengubah status sirkuit.
- Magnet Dijauhkan: Begitu medan magnet dihilangkan, magnetisasi residual pada bilah akan hilang (karena material telah melalui proses peniadaan magnet sisa atau annealed). Sifat elastisitas logam akan menarik kembali bilah ke posisi semula.
3. Jenis-Jenis Reed Switch
- Normally Open (NO): Tipe yang paling umum. Dalam kondisi normal, kedua bilah terpisah (sirkuit terputus). Ketika ada magnet, bilah akan menempel (sirkuit tersambung).
- Normally Closed (NC): Dalam kondisi normal, kedua bilah sudah saling menempel (sirkuit tersambung). Ketika magnet mendekat, medan magnet justru membuat kedua bilah memiliki kutub yang sama sehingga saling tolak-menolak dan sirkuit terputus.
4. Karakteristik, Kelebihan, dan Kekurangan
| Karakteristik [1, 4, 5, 11, 12] | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Proteksi Lingkungan | Tahan debu, kelembapan, dan korosi karena disegel rapat di tabung kaca. | Tabung kaca rapuh dan mudah pecah jika terkena benturan fisik yang keras. |
| Konsumsi Daya | Nol (0) Watt saat siaga karena bekerja murni secara mekanis-magnetis. | Rentan terhadap interferensi dari medan magnet luar yang tidak disengaja. |
| Arus & Tegangan | Cocok untuk sinyal kontrol dan sensor mikrokontroler (arus kecil). | Tidak bisa mengalirkan arus besar secara langsung (butuh relai tambahan). |
| Masa Pakai | Sangat awet dan memiliki siklus kerja hingga jutaan kali karena minim haus fisik. | Mengalami gejala contact bounce (pentalan kontak) sesaat ketika beralih posisi. |
5. Aplikasi Umum di Industri dan Elektronika
- Sistem Keamanan: Sensor pintu dan jendela (alarm berbunyi jika magnet di pintu menjauh dari sakelar di kusen).
- Otomotif: Sensor tingkat ketinggian cairan (minyak rem atau radiator) menggunakan pelampung bermagnet.
- Perangkat Medis: Sensor posisi pada peralatan diagnostik yang menuntut tingkat higienis tinggi.
Komentar
Posting Komentar